Pelajaran Sex Yang Kudapat Dari Mbak Tuti

Cerita Dewasa
ITIL Performance Management

Cerita Sex – setelah sebelumnya ada kisah Pemerkosaan Yang Mulai Aku Nikmati Malam Itu, kini ada cerita Pelajaran Sex Yang Kudapat Dari Mbak Tuti. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

Pelajaran Sex Yang Kudapat Dari Mbak Tuti

Pelajaran Sex Yang Kudapat Dari Mbak Tuti

Tuti seorang wanita yang sudah berusia 32 tahun. Ia seorang janda ditinggal cerai suaminya. Sudah 3 tahun Tuti bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main gila dengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Tuti bertubuh montok dan bahenol. Semuanya serba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. Bibir Tuti sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. Kulit Tuti berwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalau sedang musim tanam atau panen.

Tuti dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur. Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampai akhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Tuti dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Tuti terlihat sangat cuek dan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Tuti besarnya bukan main, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadi buah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besar dan kenyal itu. Tuti juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging seperti meminta……. tubuh Tuti sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya.

Sandra adalah seorang gadis abg berusia 17 tahun yang cantik dan ramah. ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Sandra bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Sandra mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Sandra membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Sandra memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Sandra seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.

“San, kamu sudah punya pacar belum?” Tiba Tuti berjongkok didepan Sandra dan mulai membantu gadis itu mencuci pirng-piring kotor. Sandra terkikik dan menggeleng.

“Belum tuh”

“Lho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir” kata Tuti sambil memandang Sandra. Sandra tertawa lagi.

“Payah.?? semuanya mikir kesitu melulu” Jawab Sandra.

“Memang.?? laki2 itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngewe” kata Tuti tanpa merasa risih berkata kasar.

“Ah mbak, jangan suka ngomong gitu ah” timpal Sandra.

“Kan nggak ada yang dengar ini” Jawab Tuti. Mereka terdiam lama.

“Mbak…….” suara Sandra menggantung. Tuti terus mencuci.

“Mmmm?” Jawab wanita itu.

“Ngggg………”

“Ngomong aja susah banget sih” Tuti mulai hilang sabar. Sandra menunduk.

“Ngg…… anu…….. ngewe itu enak nggak sih?” Akhirnya keluar juga. Tuti memandang gadis itu.

“Yaaa…….. enaak banget San, apalagi kalo yang ngewein kita pinter” jawab Tuti seenaknya.

“Maksud mbak?” Sandra penasaran.

“Iya pinter………. bisa macam-macam dan punya kon**l yang keras!” kata Tuti sambil terkikik. Sandra merah padam mendengarnya. Tapi gadis itu makin penasaran.

“Bisa macam-macam apa sih, Mbak?” tanya Sandra. Tuti memandangnya sambil menimbang. Ah……. toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Sandra sungguh cantik sekali, sekilas mata Tuti tertumbuk pada posisi Sandra yang sedang berjongkok. Tuti melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadis itu berwarna coklat muda.

“Macam-macam seperti tempik kita diciumin, dijilat bahkan ada yang sampai mau ngemut tempik kita lohh….” jawab Tuti. Entah kenapa Tuti merasa sangat terangsang dengan jawabannya dan darahnya mendidih melihat selangkangan Sandra yang bersih serta mulus.

“Idiiiih…… jorok ihhhh….. kok ada yang mau sih?” Sandra sekarang melotot tak percaya.

“Lho…… banyak yang doyan ngemut memek San. Ngemut kon**l juga enak banget kok” jawab Tuti masih terus melihat selangkangan Sandra.

“Astaga……. masak anunya lelaki diemut?” Sandra merasa aneh dan jantungnya berdebar, ia merasa ada aliran aneh menjalar dalam dirinya. Gadis itu tidak mengerti bahwa ia terangsang.

“Oh enak banget San, rasanya hangat dan licin, apalagi kalo ehm…… ehmm………”

“Kalo apa mbak?” Sandra makin penasaran. Tuti merasa melihat bagian memek Sandra yang tertutup celana dalam krem itu ada bercak gelap, tapi Tuti tidak yakin.

“Yaaa…….. malu ahhh….!” Tuti sengaja membuat Sandra penasaran.

“Ayo doong mbak” rengek Sandra. Tuti sekarang yakin bahwa memek gadis itu sudah basah sehingga terlihat bercak gelap di celana dalamnya. Tuti sendiri merasa sangat terangsang melihat pemandangan itu.

“Kalo pejuhnya menyembur dalam mulut kita, rasanya panas dan asin, lengket tapi enak banget!” bisik Tuti didekat telinga Sandra. Sandra membelalakkan matanya.

“Apa itu pejuh?” tanyanya. Tuti merasa tidak tahan.

“Pejuh itu seperti santan yang sering bikin memek kita basah lho” Jawab Tuti. Ia melihat bagian memek Sandra makin gelap, wah gadis ini banjir, pikir Tuti.

“Idiiihhh amit-amit, jorok banget sih”

“Lho kok jorok? Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memek kita harum, tidak bau terasi”

“Idiiihh mbak saru ah!”

“Tapi aku yakin memek kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus”

“Udah ah, lama2 jadi saru nih” kata Sandra. Tuti tertawa.

“Kamu udah banjir yaaa?” goda Tuti. Sandra memerah, buru-buru ia merapatkan kedua kakinya.

“Ahhh….. Mbaakk!!!” Tuti tersenyum melihat Sandra melotot.

“Nggak usah malu, aku sendiri juga basah nih” Kata Tuti. Ia lalu membuka kakinya sehingga Sandra bisa melihat celana dalam putih dengan bercak gelap ditengah, Sandra terbelak melihat bulu-bulu kemaluan Tuti yang mencuat keluar dari samping celana dalamnya, lebat sekali, pikirnya.

“Ihhh….. mbak jorok nih” desis Sandra. Tuti terkekeh.

“Mau merasakan bagaimana tempik kamu diemut?” bisik Tuti. Sandra berdebar.

“Ngaco ah!”

“Aku mau emutin punya kamu, San?” Tuti mendekat. Sandra buru-buru bangun dan mundur ketakutan. Tuti tertawa.

“Kamu akan bisa pingsan merasakannya” bisik Tuti lagi.

“Ogah ah….. udah deh…… jangan nakut-nakutin akhh” Sandra mundur mendekati pintu kamar mandi dan Tuti makin maju.

“Nggak apa-apa kok…. cuman diemut aja kok takut?”

“Masak mbak yang ngemut?”

“Iya… supaya kamu tahu rasanya”

“Malu ahhhh…….”

“Nggak apa-apaaa……” Tuti mendekat dan Sandra terpojok sampai akhirnya pantatnya menyentuh bibir bak mandi. Dan Tuti sudah meraba pahanya. Sandra merinding dan roknya terangkat ke atas, Sandra memejamkan matanya. Tuti sudah berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke memek Sandra yang tertutup celana dalam. Tuti mencium bau memek Sandra, dan Tuti puas sekali dengan harumnya memek Sandra. Dulu ia sering melakukan hal-hal seperti ini, malah pernah ia bermain-main bersama 4 pelacur sekaligus untuk memuaskan tamunya.

Tubuh Sandra gemetar dan seluruh bulu kuduknya meremang, gadis itu merasa suhu tubuhnya meningkat dan perasaannya aneh. Tuti mulai menciumi memek Sandra yang masih tertutup. Pelan-pelan tangannya menurunkan celana dalam Sandra dan Tuti terangsang melihat cairan lendir bening tertarik memanjang menempel pada celana dalam gadis itu ketika ditarik turun. Tuti menjulurkan lidahnya memotong cairan memanjang itu dan lidahnya merasakan asin yang enak sekali. memek Sandra sungguh indah sekali, tidak terlihat bibir kemaluannya bahkan bulu-bulunya pun masih halus dan lembut. Tuti mencium dan mulai melumat memek Sandra. Gadis itu mengerang dan menggeliat-liat ketika lidah Tuti menjalar membelai liang memeknya. Sandra benar-benar shock dengan kenikmatan aneh yang dirasakannya, ada perasaan geli dan jijik, tapi ada perasaan nikmat yang bukan alang kepalang. Gadis itu merasakan keanehan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bulu kuduknya berdiri hebat tatkala lidah Tuti menyapu dinding memeknya, Sandra menggeliat-liat menahan perasaan nyeri nikmat bagian bawah perutnya.

“Aahhh…. Mbak… uuuhhhh….. ssshhhhh…. ja…. jangan mb….. mbbak! Ji…. jijikhh…. aahhhh” Tuti tidak memperdulikan rintihan dan erangan Sandra. Lidahnya bergumul dan menembus liang memek Sandra dengan lembut, Tuti tahu Sandra masih perawan dan ia tak ingin merusak keperawanan Sandra, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Tuti sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahi lidahnya dan Tuti mengendus-endus bau khas memek Sandra dengan sangat menikmatinya. Tuti perlahan-lahan menyelipkan jari-jarinya kesela-sela bokong Sandra, dengan lembut dan dibelai-belainya liang anus Sandra, dan Sandra sedikit tersentak tapi kemudian menggelinjang geli, tapi Sandra membiarkan dirinya pasrah terhadap Tuti. Ia percaya sepenuhnya pada Tuti dan sekarang ia benar-benar merasakan kenikmatan yang selama ini belum pernah ia rasakan bahkan dalam mimpipun!

“Enak San?” desah Tuti dengan mulut berlumuran lendir Sandra. Sandra memandang ke bawah dan mengangguk, tubuhnya bergetar hebat, ia tak menyadari bahwa itu yang dinamakan klimaks kenikmatan seorang perempuan. Tuti merasakan liang memeknya berdenyut dan ia meraba serta menusuk-nusukkan jarinya sendiri keliang memeknya dan merasakan cairan licin membasahi jarinya. Ia merintih dengan wajah tersuruk diselangkangan Sandra, lidahnya kini menjulur dan membelai liang dubur Sandra dan membuat gadis itu terlonjak-lonjak kegelian serta terpana mendapatkan perlakuan yang tidak pernah dibayangkannya. Sandra merasa liang duburnya ditekan-tekan oleh benda lunak dan sesekali terselip masuk kedalam dan ia akan terlonjak kaget becampur geli, tapi lebih banyak merasakan kenikmatannya.

Entah bagaimana awalnya, tapi kenyataannya Sandra dan Tuti telah saling memeluk dalam keadaan telanjang bulat dilantai kamar mandi. Tuti mencium mulut Sandra, mulanya gadis itu menolak tapi permainan jari-jemari Tuti diitilnya membuat gadis itu mabuk kepayang dan kepalanya dipenuhi nafsu berahi yang memuncak dashyat. Tuti melumat mulut Sandra dengan penuh nafsu, Sandra membalasnya dengan malu-malu tapi mereka berdua memang saling melumat juga akhirnya. Terdengar bunyi mulut mereka ketika lidah mereka saling mengait dan saling menghisap. Sandra berkelojotan berkali-kali dan Tuti merasakan memeknya berdenyut-denyut nikmat, ia membayangkan Sandra menjilati dan mengemuti kemaluannya.

Perlahan-lahan Tuti mulai menjilati leher gadis itu dan terus menciumi ketiak Sandra, gadis itu menggelinjang kenikmatan dan makin mengerang keras ketika Tuti mulai menghisap puting tetek Sandra. Perlahan Tuti menggeser posisinya sehingga Sandra dapat membelai memeknya, tapi gadis itu hanya menggeliat saja. Tuti tidak sabar, diambilnya tangan Sandra dan ditaruhnya di memeknya, Sandra mulai membelai dengan canggung. Ketika jarinya tidak sengaja masuk keliang memek Tuti, segera saja wanita itu memajukan pinggulnya dan memompa jari Sandra. Sandra mulai mengerti dan ia mulai memainkan itil Tuti dan membuat wanita itu terlonjak-lonjak nikmat. Lalu perlahan Tuti sudah mengangkangi Sandra dan ia menciumi memek Sandra kembali, lidahnya kembali menggumuli liang kemaluan gadis itu. Sandra kembali merasakan terjangan gelombang kenikmatan manakala memeknya digumuli Tuti, Sandra membiarkan wajahnya basah karena cairan memek Tuti berjatuhan, menetes dan membentuk lendir panjang, tapi Sandra tidak berani menjilat lendir yang jatuh dibibirnya. Ia memandang liang memek wanita itu dengan heran. memek Tuti dengan bibir tebal kehitaman, bulu kemaluan yang lebat bukan main tapi tidak menutupi liang itu. Sandra melihat memek Tuti lain dengan miliknya. Dan memek itu makin turun sehingga nyaris menyentuh hidungnya. Sandra mencium bau memek Tuti dan dirasakannya sama baunya dengan memeknya.

Sandra menjerit tertahan ketika mencapai klimak, tanpa sadar ia menarik bokong Tuti sehingga wajahnya terbenam dalam memek wanita itu, Sandra gelap mata, ia menjulurkan lidahnya dan menggumuli liang penuh lendir bening itu. Sandra bahkan menghisap lendir itu seperti kelaparan. Sandra mengemut itil Tuti yang besar dan menonjol. Tubuh Tuti kaku seperti kayu dan bergetar hebat, pinggulnya kejang-kejang merasakan orgasme yang luar biasa ketika itilnya dihisap dan dijilat Sandra. Tuti menjerit keras dan ia menekan memeknya sehingga ia dapat merasakan hidung Sandra terselip dibelahan liang memeknya dan ia menggoyang2kan pinggulnya maju mundur dan dirasakannya itilnya bergesekan dengan hidung Sandra dan gadis itu malah menambahkan kenikmatan Tuti dengan menjulurkan lidahnya sehingga setiap kali Tuti memajukan atau memundurkan pinggulnya selalu bergesekan dengan lidah serta hidung Sandra. Tuti berkelojotan hebat sekali, ia meliuk-liuk seperti menahan nyeri, matanya berputar sehingga menampakan putihnya saja dan mulutnya mengeluarkan desahan kenikmatan.

“Sandraaaa!!!!……. aaaaaaarrrrgggghhhhh!!!!…..” Tuti merasakan bagian bawah perutnya nyeri dan ngilu. Orgasme yang ternikmat yang pernah dirasakannya sejak ia meninggalkan dunia hitamnya.

Sandra merasa puas karena berhasil membuat Tuti menjerit-jerit minta ampun karena kenikmatan. Sandra merasa, ternyata ia suka sekali dengan rasa dan bau memek Tuti. Ia berpikir apakah memeknya juga seenak itu. Ia merasakan hangatnya liang memek Tuti dan ia merasakan kasarnya bulu-bulu kemaluan Tuti kala menggesek diwajahnya. Sandra tersenyum lemah karena lelah. Tuti ambruk diatas tubuhnya dan Sandra membiarkan, dan gadis itu iseng membuka pantat Tuti dan memperhatikan liang anus Tuti. Sandra melihat liang dubur Tuti seperti bintang berwarna kehitaman dan sangat indah. Sandra penasaran, ia mencium serta mengendus liang itu…. tidak berbau apa-apa. Tuti diam saja membiarkan Sandra berbuat sesukanya. Sandra menjulurkan lidahnya dan menyentuh liang dubur Tuti dengan perlahan, kemudian ia menempelkan hidungnya lagi dan merasakan kehangatan liang itu. Dan Sandra mulai menekan-nekan lidahnya ke liang itu dan membuat Tuti menggelinjang geli.

“Aduh San, enak…. terus San… jilat… jilat terus… ya.. ya… aaakkhhhh…” Tuti merasakan lidah Sandra kaku menusuk liang duburnya. Tuti bangkit lalu berjongkok diatas wajah Sandra dan ia mulai menurun naikkan bokongnya sehingga lidah Sandra yang kaku dirasakannya menembus sedikit kedalam liang duburnya. Tuti menggeram pelan…… Sandra merasakan perasaan aneh ketika lidahnya melesak masuk kedalam liang dubur Tuti, ia menyukai permainannya itu dan merasa senang dengan apa yang diperbuatnya. Lidahnya tidak merasakan apa-apa, yang dirasakan cuma perasaan anehnya saja.

Tuti tidak ingin Sandra terus melakukan untuknya. Ia menggulingkan Sandra sehingga gadis itu terlentang, lalu kedua kakinya diangkat oleh Tuti sehingga liang dubur gadis itu mencuat keatas wajahnya. Dijilatnya liang dubur Sandra dengan rakus, lalu setelah licin oleh air liurnya dimasukkannya jarinya kedalam liang itu. Sandra menggigit bibir, ia merasa mulas tapi sekaligus nikmat. Kemudian dilihatnya Tuti mengeluar masukkan jarinya lalu setelah beberapa lama Tuti menjilati jari itu dengan nikmat, bahkan lidahnya terbenam jauh kedalam liang duburnya. Sandra mengeluh, belum pernah itu membayangkan apalagi merasakan perbuatan seperti itu, gadis itu mabuk kepayang dan sangat terangsang dengan perbuatan Tuti. Ia merasa seolah-olah Tuti adalah pembersihnya, Sandra memejamkan mata dan merasakan memeknya berdenyut mengeluarkan cairan.

Tuti benar-benar tergila-gila dengan perbuatannya itu, ia tidak pernah menjilat liang dubur pria dan ia tak pernah ingin, tapi liang dubur Sandra begitu merangsang, begitu lembut dan begitu nikmat. Tuti tidak mau membayangkan apa yang biasa keluar dari lubang itu, ia cuma ingin merasakan lidahnya terjepit diliang itu dan bagaimana rasanya. Ia tahu Sandra gadis yang sangat bersih, sama dengan dirinya. Tuti tidak kuatir dengan hal itu. Yang diinginkannya saat ini hanyalah membuat Sandra betul-betul puas dan dewasa. Tuti kemudian memompa liang memek Sandra dengan lidahnya dan membuat gadis itu meraung-raung serta kejang-kejang.

“Mbaakkkk… sudah mbaakkk…. ampuuunnn…… ooohhhhh!!!” Sandra sudah tidak kuat lagi menanggung kenikmatan yang datangnya bertubi-tubi melanda tubuh dan perasaannya. Ia menjambak rambut Tuti dan berusaha membuat wajah itu jauh dari memeknya. Dan akhirnya mereka berbaring lelah dilantai kamar mandi. Tuti memandang Sandra….

“Bagaimana? Sudah mau pingsan keenakan belum?” tanya Tuti. Sandra membuka matanya dan memandang wanita itu.

“Bisa gila aku mbak…. aahhh benar-benar bisa gila!” Desah Sandra. Tuti tersenyum.

“Mau lagi?”

“Jangan! Bisa semaput benaran aku nanti…”

“Ya sudah tak mandikan yuk!” Kata Tuti. Mereka bangkit dan kemudian saling memandikan. Sejak itu Sandra mengetahui apa yang harus dilakukannya jika berahinya datang melanda. Kejadian pertama itu membuatnya tahu apa sebenarnya yang dapat membuatnya nikmat dan puas.

Malam itu Sandra tidak dapat memejamkan matanya, ia teringat perbuatannya dengan Tuti. Terbayang olehnya perbuatan Tuti terhadap dirinya, Sandra merasa seluruh bulu ditubuhnya berdiri dan ia merasa agak demam. Ia mengeluh karena merasa ingin sekali mengulangi lagi dengan wanita itu. Sandra belajar banyak dari Tuti. Dan ia memuja wanita itu.

Pelajaran Sex Yang Kudapat Dari Mbak Tuti by Critasex.liveCerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.

Tips ITILItil Edition Review
Pelajaran Sex Yang Kudapat Dari Mbak Tuti
by: | Rating: 5