Pengalaman Pertamaku Jual Diri Sebagai SPG

Cerita Mesum
Tips ITIL

Cerita Sex Mesum – setelah sebelumnya ada kisah Kenikmatan Swinger Dengan Istri Teman Di Villa, kini ada cerita Pengalaman Pertamaku Jual Diri Sebagai SPG. selamat membaca dan menikmati sajian khusus bacaan terbaru cerita sex bergambar yang hot dan di jamin seru meningkatkan nafsu birahi seks ngentot.

Pengalaman Pertamaku Jual Diri Sebagai SPG

Pengalaman Pertamaku Jual Diri Sebagai SPG

Cerita ini bermula ketika Perusahaan expor-impor milik ayahku mengalami kebangkrutan karena selisih mata uang Dolar dan rupiah begitu tinggi sehingga ayahku menanggung hutang ratusan juta rupiah pada rekanan bisnisnya. Karena tak kuat menanggung stres akibat tekanan, ayahku meninggal dunia karena Hypertensi. Rumah dan 2 mobil kami terpaksa dijual untuk melunasi hutang hutang tersebut.

Oia, namaku adalah Shinta. Aku dan Ibuku akhirnya pindah kerumah kontrakan dengan sisa uang yang ada untuk modal hidup. Hal ini merupakan pukulan berat bagiku Karena dari kecil aku sudah terbiasa hidup senang dan mewah tetapi aku berusaha untuk berdaptasi. Dengan kecantikanku ini banyak teman sekampus yang tergila gila padaku tapi semuanya tak ku perdulikan karena aku hanya konsentrasi pada pelajaran kuliah. Dengan terpaksa Sementara waktu aku hentikan dulu kuliahku karena aku harus kerja untuk menambah pendapatan.

Sebagai seorang cewek dengan modal wajah cantik plus body yang putih mulus aku melamar kerja dan diterima sebagai (SALES PROMOTION GIRL) SPG di perusahaan otomotif ternama di Jakarta. Di sini aku mempunyai kawan akrab sesama SPG bernama Indri, orangnya cantik dengan badan tinggi semampai seperti Peragawati. Kami berdua sangat dikenal oleh para karyawan karena selain ramah juga pintar memikat pelanggan agar membeli kendaraan mewah yang kami promosikan, Sebagian besar mereka adalah para lelaki Pengusaha, apalagi dengan baju seragam ketat dan di padu dengan rok mini yang menampakkan keindahan kaki kami sampai keatas lutut menjadi daya tarik utama setiap stand pameran otomotif. Sebenarnya aku cukup risih juga dipandangi oleh para pembeli tetapi terpaksa kulupakan karena itulah cara kami menjual Mobil mewah.

Diantara para SALES PROMOTION GIRL memang sering kudengar dari cerita Indri bahwa banyak diantaranya yang berlaku negatif yaitu selain mempromosikan barang otomotif juga bersedia diajak kencan oleh para Pembeli. Indri pun mengakui bahwa dirinya juga pernah melakukannya untuk menambah penghasilan, tapi hanya pelanggan tertentu saja yang ia layani.

Setelah beberapa bulan bekerja, musibah kedua menimpa kami lagi, Ibuku yang sudah tua mendadak kambuh lagi penyakit ginjalnya, kali ini lebih parah karena sudah lama tak kontrol kesehatan lagi. Menurut dokter ibuku harus segera menjalani operasi ginjal dalam minggu ini atau tak ada harapan lagi bila ditunda. yang membuatku jadi pusing adalah masalah biayanya yang besar. Seluruh tabunganku yang ada hanya cukup untuk biaya rumah sakitnya saja sedang untuk operasinya masih butuh belasan juta rupiah. Hal ini aku ceritakan pula pada Indri kawan baikku siapa tahu dia dapat menolongku.

“Biaya operasi ibumu memang tinggi sekali, aku tak punya uang banyak untuk membantumu, tapi cobalah minta bantuan om Heri direktur perusahaan kita bekerja, karena dia pernah juga membantuku.” ujar Indri memberikan solusinya. Om Heri memang direktur pemilik perusahaan otomotif tempatku bekerja orangnya agak gemuk pendek WNI keturunan usianya 50-an, dengan pakaiannya selalu rapi dan necis. Sebenarnya Aku paling tak suka menjumpai orang ini, meskipun sudah tua tapi matanya selalu jelalatan bila melihat para karyawati SALES PROMOTION GIRLnya yang menggunakan seragam promosi yang ketat dan Rok mini yang tinggi, bahkan dia pernah dengan sengaja meraba pahaku ketika berpapasan dengannya di ruang ganti pakaian tapi segera kutepis dan kutinggal pergi.

“Silahkan Masuk..!” terdengar suara dari balik pintu yang kuketuk… , eeh… Shinta, silahkan duduk Shinta… Tanpa ragu akupun duduk dikursi tamu yang berhadapan dengan meja kerja Om Heri yang mewah.

“ada yang bisa kubantu… ?” tanya Om Heri sembari menatap nakal kearahku. Aku jadi agak gugup dan sedikit berkeringat. Tanpa membuang waktu aku ceritakan masalahku untuk meminjam uang untuk biaya operasi ibuku sebesar 20 juta rupiah. Sejenak kulihat Om Heri berdiam diri, tapi kulihat lagi dia tersenyum licik sembari menatap badanku dalam dalam.

“Mhmmm..itu hal yang mudah, kamu bisa dapatkan uang itu tanpa harus meminjam… tapi harus ada imbalannya… “kata Om Heri sembari berkedip nakal.

“Saya tak mengerti, imbalan apa yang Om Maksudkan ?” kataku agak serius.

“Begini, Om Heri akan berikan uang sejumlah itu tanpa meminjam, tetapi sebagai imbalannya beri aku keperawananmu.”kata Om Heri singkat sembari tersenyum kurang ajar. Aku tertegun tak percaya mendengar permintaannya, benar benar Om Heri siTua ini umpatku dalam hati.

“Aku tak bersedia..!” kataku ketus sembari berdiri dan keluar dari kantornya.

“Aku menunggumu bila berubah pikiran Shinta… !” selintas masih sempat kudengar suara Om Heri sebelum pergi. Dirumah kutumpahkan semua kekesalanku dengan menangis sepuas puasnya, sepertinya aku tak punya pilihan lagi, bila tak segera dioperasi ibuku akan meninggal tapi dipilihan lain aku harus menyerahkan keperawananku pada Bandot licik yang mengincar keindahan badanku. Tak ada cara lain untuk mendapatkan uang sebesar itu, Demi kesembuhan ibuku ahirnya kuputuskan untuk menjumpai Om Heri lagi keesok harinya. Dengan memakai seragam SPG dan rok mini yang ketat, jam 10 pagi aku datangi lagi ruangan kantor Om Heri.

“he..he… he… akhirnya kau datang juga Shinta cantik, apakah kau sudah siap melayaniku diranjang?” Om Heri tertawa penuh kemenangan. Aku hanya diam saja menerima ejekan itu.

“Baiklah, Om Heri bisa menikmati badanku setelah kupastikan ibuku di operasi hari ini..”jawabku dengan berat hati.

“Oke, No Problem “Om Heri menuliskan selembar cek dengan nominal sesuai yang ia janjikan kemarin, kemudian didepanku dia menelpon rumah sakit untuk memastikan operasi hari ini. Segera aku masukan cek itu kedalam tas kecilku, aku memang membutuhkannya.

“Semuanya sudah beres, sekarang kau tepati janjimu nona cantik, mari ikut aku..”kata Om Heri sembari menggandengku keluar ruangan.

Aku mengikutinya masuk kedalam kemobil. Om Heri ternyata membawaku kesebuah hotel terkenal di Jakarta pusat. Sepertinya Om Heri sudah sering datang kemari, Setengah ketakutan aku melangkah masuk kehotel tersebut. Debaran jantungku semakin kencang ketika Om Heri menggandengku menuju kamar VIP dilantai lima. Beberapa pasang mata pegawai hotel nampak menatap kami, mungkin aneh dipandang seorang perempuan muda cantik berjalan digandeng lelaki tua bangka menuju kamar hotel. mereka pasti sudah tahu apa yang akan terjadi pada perempuan cantik itu… ahh terlalu beruntung situa ini dapat kuda tunggangan yang aduhai. Aku terpaku diam berdiri didepan pintu kamar 508 yang sudah dibuka Om Heri, rasanya aku ingin segera lari dari tempat ini.

“Ayo masuk Shinta..”kata Om Heri sembari menarik lenganku dan menutup pintu kamar Hotel. Begitu pintu terkunci Om Heri Langsung memelukku merapat ketembok, rupanya napsunya sudah tak tertahankan lagi melihat kemulusan kulit badanku. Aku sedikit berontak ketika Tangan Om Heri mulai meraba pahaku yang putih, Mataku melotot marah padanya. Hampir saja kutampar wajahnya yang klimis itu.

“Ingat perjanjian kita Shinta, keinginanmu sudah aku penuhi.. sekarang aku bebas menikmati keindahan badanmu.!” kata Om Heri sembari kembali mengangkat rok miniku sehingga menampakan kemulusan pahaku lalu menjamahinya. ..oughhhh..aaahh.. entah kemana keangkuhan dan kesombonganku selama ini, Kali ini aku tak berdaya melawannya, aku memang sudah terikat perjanjian itu dan badanku saat ini adalah miliknya. Aku hanya bisa memejamkan mata ketika kurasakan tangan Om Heri mulai rajin menyusuri pahaku sampai kepangkal atas.. aah, Rasanya aku ingin menangis.

“ooh… aahhhh… “suara napasku tak sanggup lagi kutahan ketika tangan Om Heri mulai menyusup kedalam celana dalamku dan bermain disana. Om Heri tersenyum senang melihatku pasrah dalam pelukannya. Selama ini Shinta selalu angkuh bila didekatinya bahkan pernah mempermalukannya dihadapan para SPG lain. Setelah puas menjamahi selangkanganku, Om Heri lalu melepasku dan mengajakku berjalan kedalam ruang Utama yang lebih luas. Sembari berjalan mengikutinya aku merapikan kembali Rok miniku yang mulai acak acakan akibat jamahan Tangan Om Heri. Kulihat Sebuah Ranjang yang besar dan mewah di tengah ruangan ini.

“Kamu tunggu disini dulu, aku mau minum Viagra biar bisa menjebol gawangmu.”kata Om Heri Sembari berkedip nakal. Aku memalingkan muka pura pura tak mendengar perkataannya. Begitu Om Heri pergi Aku segera membuka tas kecilku, dari dalam tas itu kukeluarkan sebutir pil kontrasepsi yang sudah aku persiapkan dari rumah dan segera menelannya karena aku tak mau hamil akibat perbuatan Om Heri. Tampaknya Om Heri sudah biasa menyewa kamar hotel ini, Tak berani kubayangkan sudah berapa banyak perempuan muda cantik yang sudah digarapnya diranjang itu. Kawanku Indri yang cantikpun pernah cerita bahwa dirinya juga pernah digarap Om Heri disebuah kamar hotel bintang lima beberapa kali. Selera Om Heri Cukup tinggi pada perempuan cantik. Aku meletakkan tasku diatas meja kecil ketika kulihat Om Heri yang berbadan gemuk pendek mendekatiku.

“Aku Sudah siap mejebol perawanmu nona cantik ..he..he”kata Om Heri sembari mulai memelukku, tangannya meraba buah dadaku yang membusung kencang. Aku tak mampu menghindar lagi ketika mulutnya dengan bernapsu melumat lumat bibir merahku. Perasaan geli, jijik dan takut bercampur menjadi satu. Tapi Om Heri ini memang sudah sangat berpengalaman menaklukkan wanita. Tangannya kini makin berani menyusup ke dalam baju ketat lengan pendek yang kupakai, terus bergerak menyusup kebalik BH-ku, beberapa kancing bajuku lepas. Degub jantungku bertambah kencang dan napasku makin memburu ketika kurasakan tangan kasarnya mulai menggerayangi dadaku, apalagi jari-jarinya turut mempermainkan puting buah dadaku.

Aku hanya pasrah ketika Om Heri mulai menjamah tiap jengkal badanku, aku sudah terikat perjanjian. Sembari menyupangi leherku yang putih bersih tangannya mulai menaikkan rok mini yang kupakai sembari meraba-raba pahaku yang jenjang dan mulus. Satu-persatu kancing bajuku dipretelinya tanpa dapat kucegah sehingga BH-ku yang berwarna merah muda, belahan dada, dan perutku yang rata nampak jelas menantang. Tanganku tak mampu menutupinya lagi. Melihat buah dadaku yang kencang itu Om Heri makin bernafsu, dengan kasar BH itu dibukanya lepas dan menyembul lah buah dadaku yang putih mulus dengan puting buah dada berwarna merah muda.

“wah..badanmu memang benar benar mulus dan indah Shinta.., sungguh beruntung aku dapat menikmatinya…” mata om Heri melotot memandangi buah dadaku. Secara reflek tanganku berusaha menutupi buah dadaku yang terbuka itu tetapi Om Heri yang sudah berpengalaman langsung menangkap kedua tanganku dan membentangkannya lebar lebar. Mataku terpejam tak sanggup menahan malu, selama ini belum pernah ada laki laki yang berani menjamahku karena aku sangat menjaganya, tapi kali ini aku tak berdaya menolaknya. Badanku mengelinjang gelinjang menahan birahi karena cumbuan Om Heri pada dadaku, secara bergantian Om Heri menghisap hisap kedua puting buah dadaku yang kenyal itu bagaikan bayi yang kehausan.

“oohh… oohhhh… ooohhhhhh”suara rintihanku tak dapat lagi kutahan. Bandot tua ini benar benar pintar merangsangku. Kemaluanku mulai terasa basah dibuatnya. Perlahan kurasakan Om Heri mulai membuka resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, tak lama celana dalamku pun menyusul lepas sehingga badanku yang indah sudah tak tertutup selembar benangpun. Aku mengeluh pasrah ketika Om Heri mendorongku hingga jatuh terlentang diatas kasur. Sembari berjalan mendekat dia melepas pakaiannya satu persatu. Setelah dia membuka celana dalamnya tampak olehku kemaluannya yang sudah menegang dari tadi. Gila.., ternyata kemaluannya besar juga, aku tak berani menatapnya. Dibentangkannya kedua belah pahaku di depan wajahnya. Tatapan matanya sangat mengerikan saat memandangi daerah selangkanganku yang dibadani bulu bulu halus. Om Heri membenamkan wajahnya pada selangkanganku, dengan penuh nafsu dia melahap dan menghisap hisap kemaluanku yang sudah basah itu, lidahnya dengan liar menjilati dinding kemaluan dan klitorisku. Aku terpekik pekik kecil dibuatnya, Bandot tua ini benar benar ingin menikmati kecantikan badanku luar dalam. Perlakuannya sungguh membuat diriku serasa terbang, badanku menggelinjang-gelinjang geli diiringi erangan nikmat. Sampai akhirnya kurasakan otot badanku mengejang dahsyat, aku mencapai orgasme pertamaku. Cairan kemaluanku tak dapat lagi kubendung.

“Sluurrpp… sluurpp.. sshhrrpp..” demikian bunyinya ketika Om Heri menghisap sisa-sisa cairan Kemaluanku.
“Cairan Orgasme perempuan perawan adalah resep awet mudaku selama ini..”kata Om Heri tersenyum puas.
“Luar biasa Nikmatnya Kemaluanmu, sekarang saatnya kau nikmati pula kemaluanku ini Shinta..”kata Om Heri sembari menyodorkan gagang kemaluannya yang tegang ke muka ku.
“Jangan… aku tak mau… !” kataku sembari berusaha menolak gagang kemaluannya tapi Om Heri mengancam dan terus memaksakan kemaluannya masuk kemulutku sembari terus memaju-mundurkan kemaluannya di mulutku. Pada awalnya aku tetap menolak, namun dia menahan kepalaku hingga aku tak dapat melepaskannya. Terpaksa kuturuti pula kemauannya kuhisap kuat kuat kemaluannya hingga matanya merem melek kenikmatan.Harga diriku benar benar jatuh saat ini, Aku dipaksa melayaninya dengan Oral. Tak terasa sudah 15 menit aku mengkaraoke Om Heri, Kemaluannya sudah semakin besar dan keras, dia mengakhirinya dengan menarik kepalaku.

“Sekarang saatnya Aku pecahkan perawanmu Shinta..”kata Om Heri sembari menindih badanku dan membuka lebar-lebar kedua pahaku. Aku memejamkan mata menunggu detik-detik ketika kemaluannya menerobos kemaluanku. Menyadari kalau aku masih perawan, Om Heri tak hanya melebarkan kedua pahaku. Namun dengan jari jemari tangannya Om Heri kemudian membuka kedua bibir kemaluanku, kemudian dengan perlahan dipandunya gagang kemaluannya yang sudah tegang kearah lubang kemaluanku yang sudah terbuka. Setelah dirasa tepat, perlahan Om Heripun menekan bokongnya kebawah.

“Auuw ..Akhh… auuww..! ” Aku memekik kesakitan sembari meronta ketika gagang kemaluan Om Heri mulai memasuki lubang kewanitaanku. Keringatku bercucuran membasahi badanku yang telanjang bulat, Keperawananku yang selama ini kujaga mulai ditembus oleh Om Heri tanpa sanggup kucegah lagi. Aku meronta ronta kesakitan… Om Heri yang sudah berpengalaman tak ingin serangannya gagal karena rontaanku segera tangan menahan bokongku, lalu dengan cepat, ditekan bokongnya kembali kedepan sehingga separuh gagang kelakiannya pun amblas masuk kedalam Kemaluanku.

“Aakkhhh… !” Aku memekik kesakitan bersamaan dengan jebolnya keperawananku. Hancur sudah kehormatanku ditangan bandot tua itu. Sesaat aku masih meronta ronta pelan, namun karena pegangan kedua tangan Om Heri dibokongku sangat kuat hingga rontaanku tiada arti. Gagang kemaluan terus menerobos masuk mengkoyak koyak sisa sisa Perawanku. Tangisanku mulai terdengar lirih diantara desah napas Om Heri yang penuh birahi.Badanku yang putih mulus kini tak berdaya dibawah himpitan tubun Om Heri yang gendut. Sesaat Om Heri mendiamkan seluruh gagang kemaluannya terbenam membelah Kemaluanku sampai menyentuh rahimku, perutku terasa mulas dibuatnya.

“ha..ha..ha… tak perlu menangis nona cantik, kau sudah kuperawani saat ini, lebih baik nikmati saja kemaluanku ini.” ejek Om Heri sembari mulai menggoyang bokongnya maju mundur perlahan. Kemaluan Om Heri kurasakan terlalu besar menusuk Kemaluanku yang masih sempit, setiap gesekan kemaluan Om Heri menimbulkan rasa nyeri yang membuatku merintih rintih, tetapi buat Om Heri terasa nikmat luar biasa karena Kemaluannya terjepit erat oleh memekku yang masih rapat dan baru ditembus perawannya. Inilah nikmatnya makan perempuan perawan muda yang selama ini membuat Om Heri jadi ketagihan. Semakin lama gagang Kemaluan Om Heri Semakin lancar keluar masuk menggesek Kemaluanku karena cairan pelumas Kemaluanku mulai keluar, rasa sakit dikemaluanku semakin berkurang, rintihanku perlahan mulai hilang berganti dengan suara napas yang berirama dan terengah engah. Tua bangka ini ternyata memang pintar membangkitkan nafsuku. hisapan hisapan lidahnya pada putingku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Bagai manapun juga aku adalah manusia normal yang juga punya napsu birahi, sadar atau tak aku mulai terbawa nikmat oleh permainannya, tak ada guna menolak. lebih baik kunikmati saja perkosaan ini.

“Ooooh… , oooouugh… , aahhmm… , ssstthh!” .erangan panjang keluar dari mulutku yang mungil. akhirnya aku biarkan diriku terbuai dan larut dalam goyangan birahi Om Heri. Aku memejamkan mata berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yang sedang mencumbui badanku ini adalah lelaki muda idamanku. Kemaluannya kini mulai meluncur mulus sampai menyentuh rahimku. Aku mengerang setiap kali dia menyodokkan kemaluannya. Gesekan demi gesekan, sodokan demi sodokan sungguh membuatku terbuai dan semakin menikmati perkosaan ini, aku tak perduli lagi orang ini sesungguhnya adalah Bandot tua yang sudah merenggut kehormatanku. Darah perawanku kurasakan mulai mengalir keluar membasahi seprai dibawah bokongku. Rasa sakitku kini mulai hilang. Sembari bergoyang menyebadaniku bibirnya tak henti-hentinya melumat bibir dan pentil buah dadaku, tangannyapun rajin menjamahi tiap lekuk badanku sehingga membuatku menggeliat geliat kenikmatan.

Rintihan panjang ahirnya keluar lagi dari mulutku ketika mulai mencapai orgasme, sekujur badanku mengejang beberapa detik sebelum melemas kembali. Keringat bercucuran membasahi badanku yang polos itu sehingga kulitku yang putih bersih kelihatan mengkilat membuat Bandot itu semakin bernapsu menggumuliku. Birahi Om Heri semakin menggila melihat badanku yang begitu cantik dan mulus itu tergeletak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang mungil itu menjepit dengan ketat gagang kemaluannya yang cukup besar itu.

Tanpa memberiku kesempatan beristirahat Om Heri merubah posisi. Badanku ditariknya duduk berhadapan muka sembari mengangkang pada pangkuannya, Dengan sekali tekan kemaluan Om Heri yang besar kembali menembus kemaluanku dan terjepit erat dalam liang kewanitaanku, sedangkan tangan kiri Om Heri memeluk pinggulku dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kemaluan Om Heri menerobos masuk ke dalam kemaluanku. Tangan kanan Om Heri memeluk punggungku dan menekannya rapat-rapat hingga kini pinggulku melekat kuat pada pinggul Om Heri .

“Ouughh..oohhh… ooohhhh… “Aku merintih halus ketika kurasakan gagang kemaluan Om Heri amblas seluruhnya hingga menyentuh rahimku. Rintihanku semakin keras saat Bandot itu mulai melumati buah dadaku sehingga menimbulkan perasaan geli yang amat sangat setiap kali lidahnya memyapu nyapu puting buah dadaku . Kepalaku tertengadah lemas ke atas, pasrah dengan mata setengah terkatup menahan kenikmatan yang melanda badanku sehingga dengan leluasanya mulut Om Heri bisa melumati bibirku yang agak basah terbuka itu. Setelah beberapa saat puas menikmati bibirku yang lembut dia mulai menggerakkan badanku naik turun.

“Hmm… Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Shinta… beda dengan perempuan lain yang sering aku sebadani… “suara Om Heri sayup sayup kudengar ditelingaku.Aku tak memperdulikannya lagi, saat ini badanku tengah terguncang guncang hebat oleh goyangan pinggul Om Heri yang semakin cepat. Terkadang Bandot ini melakukan gerakan memutar sehingga kemaluanku terasa seperti diaduk-aduk. Aku dipaksa terus mempercepat goyanganku karena merasa sudah mau keluar, makin lama gerakannya makin liar dan eranganku pun makin tak karuan menahan nikmat yang luar biasa itu. Dan ketika orgasme kedua itu sampai, aku menjerit histeris sembari mempererat pelukanku. Benar-benar dahsyat yang kuperoleh meskipun bukan dengan lelaki muda dan tampan. Meski pun sudah tua tapi Om Heri masih mampu menaklukan perempuan muda sepertiku.

Kali ini dia membalikkan badanku hingga posisi badanku menungging lalu mengarahkan kemaluannya diantara kedua belah pahaku dari belakang. Dengan sekali sentak Om Heri menarik pinggulku ke arahnya, sehingga kepala kemaluan tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluanku. “Oooooouh… ouuuhhgh!” untuk kesekian kalinya kemaluan laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang kemaluanku dan Om Heri terus menekan bokongnya sehingga perutnya yang gendut itu menempel ketat pada bokong mulusku.

Selanjutnya dengan ganasnya Om Heri memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sembari mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kemaluannya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang kemaluanku yang masih rapat itu. Inilah pengalaman pertamaku dijamah oleh laki laki yang sudah sangat berpengalaman dalam bersetubuh, Meskipun berusaha bertahan aku ahirnya kewalahan juga menghadapi Om Heri yang ganas dan kuat itu. Bandot tua itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir satu jam ia menggoyang dan menyebadaniku tetapi tenaganya tetap prima. Tangannya terus bergerilya merambahi lekuk-lekuk badanku.

Aku pasrah saja ketika badanku kembali di terlentangkan Om Heri diatas kasur dan digumulinya lagi dengan penuh birahi. Rasanya tak ada lagi bagian badanku yang terlewatkan dari jamahannya. Om Heri itu ternyata tak mau rugi sama sekali, kesempatan menyebadaniku itu dimanfaatkan sebaik mungkin, Tak henti hentinya Om Heri melahap kedua buah dadaku yang terguncang-guncang terkena hentakan gagang kemaluannya. Dengan rakus disedot-sedotnya puting buah dadaku dengan kuatnya yang kiri dan kanan bergantian, mataku terpejam pejam dibuatnya, Om Heri menikmati puting buah dadaku dengan bernapsu.

Tak lama setelah aku mencapai orgasme berikutnya, dia mulai melenguh panjang, sodokanya makin kencang dan kedua buah dadaku diremasnya dengan brutal sampai aku terpekik. Setelah itu dia nenekan kemaluannya dalam dalam hingga gagang kemaluannya terbenam seluruhnya sampai menyentuh rahimku. aku berteriak kesakitan dan berusaha meronta tetapi Om Heri membekap bibirku dengan mulutnya sembari tangannya memeluk rapat pinggangku sehingga aku tak mampu bergerak lagi. Sembari melenguh panjang Om Heri menembakkan air maninya kedalam rahimku dengan deras tanpa ada perlawanan lagi dariku. Beberapa saat kemudian suasana jadi hening senyap hanya suara napas Om Heri terdengar naik turun diatas badanku yang masih menyatu dengan badannya. Aku sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi dan kurasakan maninya menyembur nyembur hangat memenuhi rahimku, semoga saja aku tak hamil pikirku dalam hati.

Beberapa saat kemudian Om Heri mulai bangkit dan mencabut kemaluannya dari badanku, dengan senyum kepuasan karena telah berhasil menikmati kecantikanku luar dalam. Tanganku segera bergerak menarik selimut untuk menutupi badanku yang polos itu.

“Tak perlu kau tutupi lagi badanmu itu, aku sudah tahu dan merasakan semuanya… he..he… “Om Heri masih sempat mengejek sembari meninggalkanku terbaring lemas di atas ranjang, aku diam saja tak perduli ejekannya mentalku masih mengalami shok berat akibat kehilangan keperawanan. Kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersetubuh. Bercak bercak darah perawanku mulai mengering disela sela pahaku yang putih bercampur dengan sperma Om Heri yang menetes keluar dari dalam kemaluanku.

Air mataku jatuh menetes membasahi pipiku, tapi apa yang harus disesalkan, semuanya telah terjadi sesuai dengan kesepakatan yang kubuat. Badanku kini telah ternoda. Perlahan aku bangkit dari tempat tidur, dengan selimut yang melilit dibadanku aku memunguti kembali pakaianku yang tercecer dilantai, segera aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selintas kulihat Om Heri duduk mengenakan kimono disofa sembari menikmati segagang cerutu dibibirnya.Om Heri tersenyum memandang badanku, Aku memalingkan muka dan mempercepat langkahku masuk kekamar mandi.

Aku mengenakan kembali baju dan rok miniku setelah lebih setengah jam membersihkan badanku. Dalam keadaan rapi Aku keluar dari kamar mandi, Kulihat Om Heri masih duduk di Sofa sembari memegang botol minuman.

“Aku ingin pulang Om… perjanjian kita sudah selesai..!” kataku sembari meraih tas kecil milikku diatas meja.

“Belum selesai Shinta… aku masih belum puas… !” kata Om Heri sembari berdiri menghampiriku.

“Tapi..bukankah Om Heri tadi sudah mendapatkan keperawananku..sesuai dengan kesepakatan kita..!” kataku sembari menepiskan tangan Om Heri yang berusaha menjamah dadaku.

“Memang..tapi aku merasa belum puas..!” kata Om Heri tersenyum kurang ajar.

“Aku tak mau lagi Om… aku mau pulang … !kataku sembari melangkah cepat menuju pintu keluar kamar.

“Shinta… aku akan menelpon ke Bank dan membatalkan cek yang kuberikan padamu bila kamu menolaknya..!” Ancam Om Heri sedikit keras. Langkahku jadi terhenti karena ancamannya, pikiranku jadi kalut, Om Heri ini benar benar licik.. Bila aku menolaknya dan Om Heri membatal cek itu dengan menelpon bank, maka akan sia sialah pengorbananku ini. Om Heri kembali mendekatiku dan meyentuh bahuku.

“Bagaimana, kau bersedia melayaniku lagi..?tanyanya sembari meraih pinggangku yang langsing. Aah… benar benar sialan tua bangka ini, aku tak berdaya menolaknya .Kupikir pikir untuk apa lagi jual mahal, toh aku sudah tak perawan lagi. Akhirnya dengan berat hati aku hanya dapat menganggukkan kepala .
“Sekali ini saja Om… “kataku singkat.
“Oke… no problem..”kata Om Heri senang sekali.

Tanpa basa basi lagi Om Heri langsung membuka kancing kancing bajuku dan melepaskannya kelantai sehingga nampaklah BHku yang berwarna merah jambu. Dengan kasar BH itu ditariknya lepas sehingga buah dadaku yang putih bersih kembali terbuka lebar menampakan kemulusan kulitku yang tersembunyi. Aku memaki maki dalam hati tanpa mampu berbuat sesuatu untuk mencegahnya. Buah dadaku yang sudah terbuka lebar itu langsung diserang Om Heri dengan bernapsu, lumatan lumatannya makin menggila.Badanku menggelinjang gelinjang geli menahan birahi karena serangannya.

” Hooouuugghhh… aahhh..hooouuugghhh..” Hisapan hisapan lidahnya pada puting buah dadaku menyebabkan benda itu makin mengeras saja. Aku memejamkan mata pasrah berusaha menikmati perasaan itu, kubayangkan yang sedang mencumbui badanku ini adalah lelaki muda.

“Sshh.. aaahhh… eemhh..!” aku mulai meracau tak karuan saat jari-jarinya menyusup kedalam celana dalamku dan menusuk kemaluanku sembari memainkan klistorisku, sementara itu mulutnya tak henti-hentinya menciumi buah dadaku, sadar atau tak aku kembali terbawa nikmat oleh permainannya. Perlahan lahan kurasakan tangan Om Heri mulai beraksi melepaskan resleting rok miniku dan melorotkannya kebawah, detak jantungku semakin keras, tak lama celana dalamkupun menyusul lepas sehingga dalam sekejap badanku sudah telanjang bulat. Sesaat mata Om Heri melotot memandangi badan polosku yang tampak putih bersih. Kemudian Om Heri yang berbadan pendek meraih pinggangku yang ramping dan menuntunnya berjalan menuju kamar tidur utama. Aku hanya menurut saja kembali dibawa Om Heri kedalam kamar tidur, aku sudah menduga bahwa Om Heri ingin kembali mengerjai dan menikmati badanku yang putih mulus diatas kasur yang lembut itu, … aaaah… bandot ini sangat beruntung sekali… mendapatkan badanku tanpa perlawanan. Setelah membaringkanku diatas kasur, Om Heri segera membuka kimono yang dipakainya dengan tergesa gesa. Ternyata Om Heri tak menggenakan apa apa dibalik kimononya. Aku memalingkan mukaku ketika Om Heri mulai membuka kedua pahaku lebar lebar sehingga bibir kemaluanku terbelah luas menantang. Rupanya Om Heri sudah tak sabar ingin segera menyebadaniku. Dengan pasti gagang kemaluannya yang sudah tegang dari tadi mulai diarahkan kebibir kemaluanku yang sudah terbuka.

“Pelan pelan Om… masih sakit… !” kataku berbisik sembari menahan napas ketika kurasakan kemaluan Om Heri mulai menembus bibir kemaluanku yang masih sempit.. Sembari membuka lebar kedua pahaku Om Heri mulai mendorong kemaluannya keselangkanganku kuat kuat.

“auuww..aaahkhhh… !!aku memekik keras menahan yeri saat gagang kemaluan Om Heri yang keras itu dengan paksa memasuki lubang kemaluanku yang masih sempit. Untuk kedua kalinya aku tak kuasa menolak Kemaluan Om Heri yang tegang memasuki kemaluanku dalam dalam. Rasa nyeri masih terasa meskipun tak sesakit ketika pertama kali Om Heri menembus perawanku..

“He..he..Jepitan Memekmu sungguh nikmat sekali Shinta, lebih nikmat dari pada perempuan perempuan lain yang sudah pernah aku perawani… he..he… buah dadamupun lebih kenyal dan berisi..”kata Om Heri sembari mulai menggoyangkan pinggulnya naik turun menggauliku. Aku diam saja mendengar ejekannya, saat ini badanku mulai terguncang guncang seirama dengan goyangan badan Om Heri yang menindih badanku.

“Oohh..ooohhhh… oooohhhhhh… “suaraku tak dapat kutahan lagi ketika gerakan Om Heri semakin cepat memacu badanku hingga tersentak sentak dengan keras.Birahiku jadi terangsang lagi, cairan kemaluanku mulai banyak keluar sehingga Kemaluan Om Heri kini sudah lancar keluar masuk kemaluanku. Sembari tangannya mencengkram buah dadaku, goyangan Om Heri semakin menggila.

“Oooouuh… oooohhhhhhhh… Om Heri… “Badanku semakin menggeliat geliat tak karuan ketika buah dadaku kembali dilumat lumat Om Heri dengan ganasnya. Gesekan Gagang kemaluan Om Heri semakin terasa nikmat. Ahirnya aku tak dapat bertahan lebih lama lagi, badanku mengejang lagi, aku mengalami Orgasme lebih dulu.

“He..he… nikmat khan, bersetubuh denganku..?” kata Om Heri senang karena berhasil membuatku mencapai Orgasme. Aku memejamkan mata menahan malu telah diperdayainya hingga mengalami orgasme. Bandot tua ini memang bukan tandinganku, Pengalamanya sangat jauh dibandingkan aku yang baru hari ini mengenal Sex, sehingga dengan mudah dia dapat menaklukanku.

“Sekarang giliranku untuk bersenang senang nona cantik… “kata Om Heri sembari merubah posisi badanku berbalik seperti orang merangkak. Rupanya Om Heri ingin menembakku dari belakang. Aku hanya dapat pasrah mengikuti kemauan bandot ini. Tepat di hadapanku terdapat kaca rias yang besar didinding, sehingga aku dapat melihat badanku telanjang bulat serta dibelakangku terlihat Om Heri sedang mengagumi kemulusan badanku.

“Tak kusangka badanmu benar benar sempurna Shinta, kamu sungguh cantik sekali, beruntung sekali aku dapat memerawanimu… he..he… !” Om Heri tertawa sembari menyelipkan kemaluannya lagi di antara kedua kakiku lewat belakang. Dengan satu gerakan keras kemaluannya bergerak maju.

“Oohhh.., oouugghh.., aaahhhhh.. Aakkhh..!” Suaraku kembali terdengar ketika kemaluan Om Heri dengan paksa menembus badanku dari belakang. Dengan bernapsu Om Heri kembali menggoyangku maju mundur sehingga buah dadaku yang menggantung ikut terguncang guncang berirama. Sembari terus menggoyangku tangan Om Heri yang bebas kembali meremas remas buah dadaku yang menggantung lepas. Melalui cermin besar didepanku, terlihat Om Heri sedang menggauli badan telanjangku, selintas nampak seperti seorang bidadari sedang diperkosa habis habisan oleh iblis hidung belang. Karena sepertinya tak berimbang sekali, yang satu perempuan muda cantik dan satunya lagi bandot tua.

“aaahhh… aaahhh… oouugghh ” Gerakan Om Heri Semakin cepat menyodok nyodok rahimku, rasanya aku sudah tak kuat lagi, tampaknya Bandot Tua itu juga sudah akan mencapai klimaxs. Tiba tiba Om Heri membalikan posisi badanku sehingga aku kembali terlentang dihadapannya. Sembari menindihku Om Heri kembali menghujamkan kemaluannya kedalam kemaluanku dengan kuat.

“Ooouugghh… !!” Om Heri nampak menikmati jeritanku ketika dia menghunjamkan lagi kemaluannya ke kemaluanku yang telah basah oleh cairan licin. Sembari terus menggenjot badanku, bibir Om Heri kini dengan leluasa melumat dan menjilati leher jenjang ku yang terkulai lemas tertengadah ke atas. Suara hisapannya bergema keras diruangan ini. Gerakan dan hentakan-hentakan masih berlangsung, iramanya pun semakin cepat dan keras. Aku hanya dapat mengimbanginya dengan rintihan-rintihan lemah “Ahh.. ohh.., ooh.. ohh.. ooohh..!” sementara badanku telah lemah dan semakin kepayahan. Akhirnya badan Om Heri pun menegang sembari mendekapku kuat kuat .

“Aaahhhh… Sakit Ommm… !” kataku sembari berusaha melepaskan pelukannya yang kuat tapi Om Heri malah menekan kemaluannya dalam dalam tak perduli dengan jeritanku Dan “Akkh… Crooot.., crooooott..!” Om Heri berejakulasi di rahimku, sperma yang keluar jumlahnya cukup banyak sehingga meluber keluar dari belahan Kemaluanku. Om Heri nampaknya menikmati semburan demi semburan sperma yang dia keluarkan, sembari menikmati bibirku yang terbuka kepayahan . Om Heri mengerang kenikmatan di atas badanku yang sudah lemas, sementara rahimku terus menerima semburan sperma yang cukup banyak. Badan Om Heri menggelinjang dan mengejan disaat melepaskan semburan spermanya yang terakhirnya dan merasakan kenikmatan itu. Batinnya kini puas karena telah berhasil menyebadaniku habis habisan serta merengut keperawananku yang selama ini menjadi Primadona SALES PROMOTION GIRL di perusahaanya.

Senyum puas pun terlihat di wajahnya sembari menatap badan ku yang tergolek tak berdaya di bawah pelukannya. Om Heri pun ibarat telah memenangkan suatu peperangan, badannya tampak lemas diatas badanku. Perlahan kudorong badan gemuknya kesamping agar tak membebani badanku. Ahirnya akupun tertidur kelelahan dipelukan Om Heri setelah beberapa ronde tadi melayani napsu birahinya yang tak putus putus. Sore harinya kembali aku digarapnya di kamar mandi ketika dipaksa mandi bersama, sembari berdiri merapatkan punggungku ketembok Om Heri kembali menggoyangku, sebelah kakiku diangkatnya keatas sehingga kemaluannya leluasa keluar masuk kemaluanku, aku merintih rintih kecil dibuatnya. Sore itu aku terpaksa melayaninya sampai Bandot itu mendapatkan kepuasan dan dia semprotkan semua maninya dalam kemaluanku. Setelah puas mengerjaiku barulah Om Heri mau melepaskanku dan mengantarkanku pulang.

Sepanjang Jalan, aku hanya diam membisu disamping Om Heri yang mengemudikan mobil, Aku masih sakit hati padanya yang telah berhasil memperdayaiku, Badanku habis habisan dikerjainya, Kemaluanku masih terasa sakit akibat paksaannya bersetubuh, bagian badanku yang tersembunyipun penuh dengan warna merah bekas cupangannya terutama dibagian buah dada dan paha putihku. yang lebih menyakitkan lagi Om Heri mengambil celana dalamku tanpa dapat kutolak, katanya setiap perempuan yang berhasil diperawaninya akan dikoleksi celana dalamnya bersama bercak-bercak darah perawan yang masih menempel. Sudah puluhan koleksi disimpannya. Terpaksa Saat itu aku pulang dengan menggunakan rok tanpa celana dalam.

“Bila kamu butuh uang lagi, kamu bisa hubungi aku lagi Shinta… tentunya kamu tak keberatan khan, memberikan kenikmatan badanmu itu… he..he… “kata Om Heri sebelum aku turun dari mobilnya. Aku diam saja sembari berlalu darinya, sudah pukul 6 sore saat aku tiba didepan rumahku.

Ternyata hampir seharian aku dikerjai bandot tua itu. Suatu saat akan kubalaskan dendamku ini, akan kuhabiskan hartanya, tunggulah tak akan lama lagi waktu itu akan tiba, kau harus bayar mahal kenikmatan yang kau dapat dari kemulusan badanku.

Inilah pengalaman pertamaku yang kuceritakan secara vulgar buat pembaca, lain waktu aku akan ceritakan lagi kehidupan sexualku setelah kejadian ini dimana aku mulai terjerumus kedunia perempuan panggilan High class, para pelangganku adalah pejabat dan pengusaha ternama di Jakarta.

Tak ada pelanggan yang kecewa dengan kecantikan dan kemulusan badanku plus layanan istimewa. Hanya lelaki berduit saja yang dapat menjamah keindahan badanku ini.

Pengalaman Pertamaku Jual Diri Sebagai SPG by Critasex.liveCerita Dewasa, Cerita Seks Hot, Cerita Mesum, Cerita ngewe, Cerita Panas, Cerita Ngentot, Kisah Pengalaman Seks, Cerita Porno, Cerita Bokep indo.

itil review
Pengalaman Pertamaku Jual Diri Sebagai SPG
by: | Rating: 5